Kamis, 22 Juli 2010

PUISI: UNTUK LORONG

UNTUK LORONG

Nding Saefudin

bertutur katalah yang baik saudaraku
bukan berkata untuk mencuri
berdirilah rentangkan tangan
buat lingkaran indah
lantas kita isi pundi-pundi kesepakatan
untuk menjalin kemufakatan

lepas dan relakan apa yang kita miliki
kita ramu bersama berbuat sesuatu
lantas kita tebarkan dalam lorong
agar lorong gelap menjadi terang

dan terisi menjadi berguna
lorong gelap disana menanti
apa yang kita miliki
liar

gunduka awan liar berkejaran
tak ada lagi putih
hitam semakin berkuasa
ufuk timur liar tak bersahabat
tak lagi memancarkan cahaya

gelap terus menyelimuti
garis-garis nurani liar berkuasa
menhantam kebenaran
menghujam demi kekuasaan

ayat-ayat suci dijadikan topeng
liar berhamburan tak lagi nyata
telah menjadi lipstik berdasi
kebenaran iman liar menjadi jasad

mati terbunuh mengejar jahil
tersungkur lumpur buta
engkau dan aku liar
saling merebut ketenaran
hanya tuk menunjukkan kemampuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar