Rabu, 23 Maret 2011

KENANGAN INDAH BERSAMA DIA

oleh: neetha hakim

peristiwa itu takkan aku lupakan.sudah dua tahun berlalu,tapi masih terekam dalam otakku.kejadian itu,tiap detik,tiap menit,tiap jam,masih kuingat dengan jelas.saat masih kelas 1 SMA,aku tinggal di bandung dan berkenalandengan seorang anak kelas 2,yang kata temen-temenku keren.waktu kucoba berkenalan,ternyata anaknya ramah juga.
tanpa terasa,hubunganku dengannya semakin dekat,pertengahan semester 2,dia menyatakan perasaan kepadaku,aku mengiyakan.
hingga kenaikan kelas,hubungan kami baik-baik saja.meski,saat itu aku malah kebanyakan pikiran.tidak ingin stres dengan pikiran-pikiran itu.
kuputuskan untuk mencoba hal baru,yaitu basket.
suatu minggu,ada acara di sekolah yang harus diikiuti para murid.saat itu pacarku mengajakku bicara.sudah lama kami tidak bicara.jadi,banyak sekali yang kami ceritakan.saat itu dia bercerita bahwa dia mau ke surabaya,kembali ke kota kelahiran.dia mau kuliah disana.
kala itu aku hanya berguam tanpa bicara.walau sejujurnya,dalam hati ada rasa kecewa besar yang menyelimuti.kemudian,aku menanyakan kelanjutan hubungan kami.dia diam.lalu aku bertanya,"apa kita jadi berteman saja?"walau sekali dalam hati aku telah menyesal telah mengatakan.itu hal bodoh yang sudah kulakukan.tapi, aku memang tak ingin lari dari masalah.aku butuh kepastian,bukan harapan.sebab,aku tahu,dia akanmenetap disana.
dia bergumam,"teman,y?"
"hmm,kalau menurut kamu itu baik .aku nggak apa-apa."
aku tertohok dengan jawaban itu.aku menyerah.padahal,sesungguhnya aku ingin dia bilang"jangan",tapi sepertinya itu sulit.itu nggak mungkin.dia toh tampak biasa saja.saat mengatakan itu,sama sekali nggak ada raut tidak rela.
"kita masih bisa komunikasi,kan?"kamu masihakan bermain ke bandung,kan?"aku sengaja bertanya walaupun aku tahu bahwa komunikasi itu tak mungkin berjalan terus.
"ya,tentu saja,"jawabnya sambil meninggalkan senyum terakhir yang amat kusukai.
kalau begitu,status pacaran kita berakhir sebulan lagi.kamu berusaha,ya?"ucapku memberikan semangat.tapi tapi,dalam dadaku rasanya ingin berkelit.aku ingin menhalanginya pergi.
"ya,makasih!"
tanpa terasa,sebulan berlaludan aku mengantarnya pergi ke stasiun.
"hati-hati di sana,ya,kasih kabar kalau sudah sampai,"kataku enggan."dahhh..."aku melepaskan untuk selamanya.
kereta api berjalan lambat,menorehkan luka dihatiku.kali terakhir,dia mengumbar senyum kepadaku.membuatku mengingat masa pacaran dulu.
kereta sudah berangkat.dia melambaikan tangan kepadaku.aku keluar dari stasiun.aku berusaha tidak mengeluarkan air matakuyang sudah menggenang.saat akku berjalan,didepanku berdiri seorang laki-laki.aku menengadah,terlihat sosok jangjung itu.dia pemain inti tim basketku.
"kok kamu disini?"tanyaku heran.
"kamu habis ngantar pacarmu,ya?"dia malah balik bertanya,nggak menjawab pertanyaanku."kok nggak nagis?"
"nangis sekarang,"kataku
"kamu aneh.kalau mau nagis ,kenapa nggak di depannya?"
"aku nggak mau kelihatan sedih"
"tapi,memang sedih,kan?"desaknya memperburuk keadaan.aku menjawabnya dengan anggukan kepala.
"tapi,sejujurnya,hatiku masih tertambat padanya,"
kataku sedikit mencurahkan perasaan.
"kok gitu?nggak bisa buat aku,ya?"
aku mendongak,agak mendelikdengan ucapannya.tapi,aku berusaha sok tenang.
"enak saja"jawabku sok jual mahal.
"ya sudah,kalau nggak bisa,berarti aku harus nunggu kamu,"katanya enteng."bodoh,makan nih!"aku nendang kakinya.dia bersungut-sungut