Selasa, 13 Juli 2010

MENCINTAI KAMU

MENCINTAI KAMU

Tati Suniarti

mencintai kamu sama dengan mencintai angin
jika terlalu banyak
bisa masuk angin

mencintai kamu
seperti mencipta sajak
terus diendapkan
agar tak keruh jadinya

mencintai kamu,pacarku
serupa dengan menggenggam salju
hatiku kesemutan
engkau mengalir begitu saja

PENGANTIN JAGUNG

PENGANTIN JAGUNG

Bambang Widiatmoko


antara jagung bakar dan kematian
alangkah dekat partautannya
asap wangi yang menyebar ke udara
kurasakan seperti bau tulang yang terbakar

hendak kujemput bafas kehidupan
di bawah beringin alun-alun utara
tapi bau jagung yang terbakar
membakar habis tulang-belulang semesta

jiwaku hangus dalam kesendirian
cintamu membara dalam tungku perapian
dua buah jagung bakar tergeletak di tikar
seperti sepasang pengantin tanpa undangan

CAHAYA CINTA

CAHAYA CINTA

Bambang Widiatmoko


cahaya cinta berpendar keseluruh kota
seperti sekawanan burung bercanda
dengan segala suka cita
tak peduli langit milik siapa

tapi cahaya cinta yang tersimpan
rapat dalam hati dan perasaan
menyimpan rahasia yang selalu
padam dalam perasaan membeku

baru kali ini aku merasa
semesta tak lagi seperti dahulu kala
bersembunyi di balik kacamata
siapa kira tuhan tidak semakin tua?

SIHIR CINTA

SIHIR CINTA

Bambang Widiatmoko


permukaan air memantul seperti kaca
cermin jiwa ketika terluka
matahari tenggelam menjadi surga

mencari jatidiri yang terasing
menghadapi nasib yang terpelanting
adakah telaga bisa menjawabnya
setelah kubenamkan diri dalam airnya?

di telaga ini aku tak tahu pasti
membayangkan dirimu tetap merasa nyeri
arus percintaan kian sepi
biarlah tersihir dalam hakekat bumi

Sabtu, 10 Juli 2010

API SUCI

API SUCI
sutan takdir alisyahbana


selama napas masih mengalun
selama jantung masih memukul
wahai api bakarlah jiwaku
biar mengaduh biar mengeluh


seperti waja merah membara
dalam bakaran api nyala
biar jiwaku habis terlebur
dalam kobaran nyala raya


sesak mendesak rasa kalbu
gelisah liar mata memandang
di mana duduk rasa dikejar


demikian rahmat tumpahkan selalu
nikmat rasa api menghangus
nyanyian semata bunyi jeritku

SEHABIS BERSIN

SEHABIS BERSIN

Rachmat M.SAS.Karana


apakah yang kaufikirkan
ketika duduk di kursi rotan?
keadaan dunia yang kian memburuk
perang timur tengah dan vietnam
bahaya cina-komunis
serta nasib bangsa yang tenggelam


namun karena kasihNya
walau bom meledak dimana-mana
matahari pagi masih menghantarkan sinarnya
menyorot padaku,yang sedang memandang angkasa
sambil menopang batok kepala yang pusing
hingga akupun bersin
tiga kali
dan hilanglah semua persoalan
terlempar bersama ingus
yang menyesak didalam hidung

Sabtu, 03 Juli 2010

BUNDA

BUNDA
M.Jafar Hafsah


telah tiga tahun
secara lahiriyah kita tidak bersama
tetapi bunda sekejap pun berbicara
di hati kami.di pikiran kami

ketika kami berkumpul
bunda tersenyum manis
menyapa dengan ramah
menasehati kami dengan arif
bertanya dengan bijak

saya menggosok mata,mencubit tangan
apa nyata,mimpi atau ilustrasi
ketiga-tiganya betul,nyata
ibunda bukan hanya melahirkan kami
tetapi bunda mengukir kenangan
membekali ilmu kearifan duniawi
membela dengan keikhlasan penuh

tetapi sejatinya
ketulusan dan keikhlasan tidak bertepi
sebagai totalitas
cinta abadi

Kamis, 01 Juli 2010

EPILOG

EPILOG

Nanang Suryadi


sempurnalah sempurna segala ingin
di ambang surup matahari mendingin

segala senja telah kau beri tanda
di padang buru di tebing-tebing cuaca

telah disemayamkan segala kelakar
terbakar bersama belukar julai akar
ke dalam diri ke luar diri
menembus batas segala mimpi

demikian,sunyi tak terbagi
milikku sendiri

ENIGMA

ENIGMA

Ilham Halimsyah


begitu lama bunga berguguran
membuai musim yang tak henti mengadu
pada laut pada gunung pada langit

barangkali kita telah lama saling mencaci
sehingga lupa warna pelangi

tak ada garis dan lengkung
tak ada wangi dan aroma
tak ada kata dan suara
semua dalam belenggu
kedunguan kita sendiri-sendiri

masih saja engkau menahan rintih di puncak pinus

RENUNGAN

RENUNGAN

Elin.S


bila bulan bisa kupindahkan
aku tak ingin malam
ia mengajak buka lembar dimensi
hingga menutup masa depanku

tanpa pamit
bila matahari bisa kupindahkan
aku mau terang selalu
ia balon gemilang
pemompa semangat hidupku
agar dapat
mencapai awan tepis mendung
menggapai nyata kikis duga
mengukir renungan di bingkai langit
betapa kita sebesar debu
di matanya

ANAK JALANAN

ANAK JALANAN

gendhotwukir

kenapa di mimpimu ada gerimis datang
dideras lautan bergelombang
menggenang,wajah jalanan melayang
saat membaca petang

anak jalanan
menjadi ribuan kunang-kunang
di hari hari-hari kian memanjang
menginjak bayang
de negri sesak hutang

TUHAN TELAH MENEGURMU

TUHAN TELAH MENEGURMU

Api Mustopa



tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan lewat
perut anak-anak yang kelaparan

tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan
lewat semayup suara adzan

tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan
kesabaran

lewat gempa bumi yang berguncang
deru angin yang meraung-raung kencang
hujan dan banjir yang melintang pukang
adakah kau dengar?