Senin, 17 Agustus 2009

KUMPULAN PUISI





ESHA TEGAR PUTRA

Penjulur lidah

Kau,sesuatu yang menjulurkan lidah

Dari puncak lembah,hingga basah liurmu terus

Menetes dan mengirim bau tak sedap ke dinding

Karang lalu bau itu menyelusup ke batu-batu gua

(bau liur yang lebih tajam dari kencing kelelawar

Hamil ataupun bangkai ular yang mati kekenyangan

sehabis makan kambing hutan),dari asal apakah

Kau terlahir?sejauh ini bukanlah kau berinduk

Pada titik cahaya malam yang menyangkut di

Reranting pohon mati?dan bukanlah cahaya itu

Berasal dari ekor kunang-kunang yang sedang

Berpihak di bawah bulan terang

Kau si sepi yang beranjak ke arah mati,beranjak

Dari sebuah lubang segan yang pantang mengenyam

Hujan dan kabut dingin.kau terlahir dari induk yang

Binal kukira,sebab kulitmu bau masam,bau getah

batang busuk.mungkin juga kau si binatang ingkar

Yang dikutuk berlidah panjang hingga kau tak

Sanggup mengecup manisnya malam.kau si malang

Berbadan hilang,menggantungkan hidup pada sepinya

Jalanan angin.malukah kau bertanya pada setiap

Gerak air(pada tetes hujan yang merengsek turun

Dari daun kemumu)atau bilangan nasib yang kian

Buruknya telah disuratkan alam ke rahim indukmu

Hingga kau lahir membentuk sesal teramat

Kandangpadati,2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar