Kamis, 30 Juli 2009

BUTIR HUJAN


ESHA TEGAR PUTRA

BUTIR HUJAN


butiran hujan turun dari talang betung atap rumahmu
membentuk tali dan menyerupai ular yang setiap
malam mematuk tidurmu.kau tak juga sadar bahwasannya
butiran hujan itu menginginkan sebuah cembung untuk
kau tampung,agar senantiasa ia terengguk dengan
baik,agar ia bisa kau tanak bersama beras,agar ia bisa kau
gelegakkan bersama daun pucuk ubi,agar ia menjadi uap
dan bisa kau lesatkan ke dalam buah merah pedas

mingkin saja kau akan dililit ualr setiap malamnya sampai
kau menjadi seorang tua dan renta ular merupakan
penjelmaan dari butiran hujanyang tak kunjung kau maknai
di setiap gerakmu.sebab ia senantiasa berkunjung pada
kesalmu.kesal pada dingin sebagai penabuh dagin sintalmu

dan karena itulah kau tak ingin memaknai hadirnya.tiap kali
butir hujan itu merangsek turun dari talang atap rumahmu
kau selalu menolehkan muka ke arah lain agar kau tak
melihat gambaran kesedihan yang terpendam di ricik
bunyinya.bunyi yang jatuh bertimpa dengan kulit tanah

1 komentar: