SEBELAH TANGAN
Heni Wijaya
tiada yang terasa tak pedih
bila suatu tak diraih
tiada terasa yang tak sayang
bila sesuatu hanya dalam lamunan
Air mata kesejukan adalah
debar kepalsuan dalam roman khayalan
inilah suratan tiada datang
ilham menjelang
Ku tiada mengerti mengapa
sekali akan melangkah jatuh lagi
Ku tiada menduga mengapa
yang membuatku gelisah
ketika ingin kugapai
sesuatu itu terbang
ketika ingin kuraih
sesuatu itu kandas dan gelisah
Dan wajah itu semakin menjadi menawan
oleh setipis senyuman
biarlah dia membuat simpatiku selamanya
biarlah aku terlanjur jatuh padanya
Dan biarlah dia hanya hadir
dalam lamunan dan angan yang tersisa
memang sesuatu itu belum punyaku
dan tiada pernah akan menjadi milikku
(tapi damaikan hati ini dari resahmu...!)
Kamis, 19 Agustus 2010
PUISI:MEJA TULIS
MEJA TULIS
Dries
Di depanmu aku duduk
menghadapi buku terkantuk
menghafal semalam suntuk
tapi sayang ....tak masuk-masuk
Di depan meja tulis
sudah biasa aku menangis
seperti setan yang meringis
kala kenangan datang mengiris
Di depan meja tulis aku membaca
surat cinta dari si dia
tapi itu hanya kenangan lama
yang datang saat aku terlena
Di depan meja tulis aku berdoa
pada tuhan yang maha kuasa agar aku tidak merana
pada kenangan yang telah lama
Dries
Di depanmu aku duduk
menghadapi buku terkantuk
menghafal semalam suntuk
tapi sayang ....tak masuk-masuk
Di depan meja tulis
sudah biasa aku menangis
seperti setan yang meringis
kala kenangan datang mengiris
Di depan meja tulis aku membaca
surat cinta dari si dia
tapi itu hanya kenangan lama
yang datang saat aku terlena
Di depan meja tulis aku berdoa
pada tuhan yang maha kuasa agar aku tidak merana
pada kenangan yang telah lama
PUISI:SHANG HAI
SHANG HAI
Sutradji Calzoum Bachrie
ping diatas pong
pong diatas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong?bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping?bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
tak ya ping tak ya pong
kutak punya ping
pinggir ping kumau pong
tak tak bilang ping
pinggir pong kumau ping
tak tak bilang pong
sembilu jarakMu merancap nyaring
Sutradji Calzoum Bachrie
ping diatas pong
pong diatas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong?bilang ping
mau mau bilang pong
mau ping?bilang pong
mau mau bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tak ya pong tak ya ping
tak ya ping tak ya pong
kutak punya ping
pinggir ping kumau pong
tak tak bilang ping
pinggir pong kumau ping
tak tak bilang pong
sembilu jarakMu merancap nyaring
Kamis, 22 Juli 2010
PUISI: AIR MATA AYAT SUCI
AIR MATA AAYAT SUCI
Nding Saefudin
berdiri khsyuk menghadap tertib penuh sakral
terasa damai dan ada kesejukan disetiap nadi-nadiku
ku sapa dengan ayat-ayat suci yang penuh makna
menghantar air mata keikhlasan atas segalabya
ya.....muhammad SAW
engkau telah mewariskan kebenaran
langkahmu penuh pasti menghantar perintah-Nya
aku ingin selalu berada dalam genggaman kebenaran
kan selalu kugenggam A-qur`an sebagai pedoman
aku akan selalu mengenangmu
ku patut membuka mulut manis
bersenandung irama rasulku
dengan penuh sentuhan keimanan
Nding Saefudin
berdiri khsyuk menghadap tertib penuh sakral
terasa damai dan ada kesejukan disetiap nadi-nadiku
ku sapa dengan ayat-ayat suci yang penuh makna
menghantar air mata keikhlasan atas segalabya
ya.....muhammad SAW
engkau telah mewariskan kebenaran
langkahmu penuh pasti menghantar perintah-Nya
aku ingin selalu berada dalam genggaman kebenaran
kan selalu kugenggam A-qur`an sebagai pedoman
aku akan selalu mengenangmu
ku patut membuka mulut manis
bersenandung irama rasulku
dengan penuh sentuhan keimanan
PUISI: UNTUK LORONG
UNTUK LORONG
Nding Saefudin
bertutur katalah yang baik saudaraku
bukan berkata untuk mencuri
berdirilah rentangkan tangan
buat lingkaran indah
lantas kita isi pundi-pundi kesepakatan
untuk menjalin kemufakatan
lepas dan relakan apa yang kita miliki
kita ramu bersama berbuat sesuatu
lantas kita tebarkan dalam lorong
agar lorong gelap menjadi terang
dan terisi menjadi berguna
lorong gelap disana menanti
apa yang kita miliki
liar
gunduka awan liar berkejaran
tak ada lagi putih
hitam semakin berkuasa
ufuk timur liar tak bersahabat
tak lagi memancarkan cahaya
gelap terus menyelimuti
garis-garis nurani liar berkuasa
menhantam kebenaran
menghujam demi kekuasaan
ayat-ayat suci dijadikan topeng
liar berhamburan tak lagi nyata
telah menjadi lipstik berdasi
kebenaran iman liar menjadi jasad
mati terbunuh mengejar jahil
tersungkur lumpur buta
engkau dan aku liar
saling merebut ketenaran
hanya tuk menunjukkan kemampuan
Nding Saefudin
bertutur katalah yang baik saudaraku
bukan berkata untuk mencuri
berdirilah rentangkan tangan
buat lingkaran indah
lantas kita isi pundi-pundi kesepakatan
untuk menjalin kemufakatan
lepas dan relakan apa yang kita miliki
kita ramu bersama berbuat sesuatu
lantas kita tebarkan dalam lorong
agar lorong gelap menjadi terang
dan terisi menjadi berguna
lorong gelap disana menanti
apa yang kita miliki
liar
gunduka awan liar berkejaran
tak ada lagi putih
hitam semakin berkuasa
ufuk timur liar tak bersahabat
tak lagi memancarkan cahaya
gelap terus menyelimuti
garis-garis nurani liar berkuasa
menhantam kebenaran
menghujam demi kekuasaan
ayat-ayat suci dijadikan topeng
liar berhamburan tak lagi nyata
telah menjadi lipstik berdasi
kebenaran iman liar menjadi jasad
mati terbunuh mengejar jahil
tersungkur lumpur buta
engkau dan aku liar
saling merebut ketenaran
hanya tuk menunjukkan kemampuan
Minggu, 18 Juli 2010
PUISI: wajah malam
WAJAH MALAM
Misnadien Zaim
seiring tinta ma`rifat
di balik wujud hakikat
kau kirim prajurit syariat
melalui jembatan tarekat
hati yang kau tanam dalam jiwa
jiwa yang kau tancap dalam raga
melukiskan tahta di balik sengsara
menebarkan asa seiring masa
tiada lain,selain hanya kepada-Nya
tiada waktu tanpa kecuali hanya untuk-Nya
dan tiada unutk kalau bukan kepada-Nya
takdir itu hanya dari-Nya
untuknya,dan kepadanya kita menyerah
iyyaka na`budu waiyaka nasta`ien
Misnadien Zaim
seiring tinta ma`rifat
di balik wujud hakikat
kau kirim prajurit syariat
melalui jembatan tarekat
hati yang kau tanam dalam jiwa
jiwa yang kau tancap dalam raga
melukiskan tahta di balik sengsara
menebarkan asa seiring masa
tiada lain,selain hanya kepada-Nya
tiada waktu tanpa kecuali hanya untuk-Nya
dan tiada unutk kalau bukan kepada-Nya
takdir itu hanya dari-Nya
untuknya,dan kepadanya kita menyerah
iyyaka na`budu waiyaka nasta`ien
Selasa, 13 Juli 2010
GUNUNG TAMBORA
GUNUNG TAMBORA
gunung tambora
menyundul langit biru sumbawa
pagi hari mentari mengirim sinar
menerpa wajah hijau berseri
sore hari terpatri
cahaya layung ramping
kening gunung menjulang
menyimpan misteri
memendam materi
air bening mengalir
membelit tumit bukit
menururni lahan sawah
mengalu kesuburan
membuka kelopak senyum warga dusun
damai pun menyemai
di mana-mana
gunung tambora
menyundul langit biru sumbawa
pagi hari mentari mengirim sinar
menerpa wajah hijau berseri
sore hari terpatri
cahaya layung ramping
kening gunung menjulang
menyimpan misteri
memendam materi
air bening mengalir
membelit tumit bukit
menururni lahan sawah
mengalu kesuburan
membuka kelopak senyum warga dusun
damai pun menyemai
di mana-mana
BANGSAKU
BANGSAKU
Fatima HR
dulu kami disakiti penjajah
sekarang kami memanen buah
dulu kami jadi romusha
ssekarang kami jadi pengusaha
aku bangga pada bangsaku
usai dibantai dan dihabisi
bangkit dengan semangat baru
dan berambisi
doa-doa ku menembus salju
tangis jerit yang dulu terngiang di telingaku
terkikis habis
melepas suram tangan meraih
di puncak gunung hati nurani
Fatima HR
dulu kami disakiti penjajah
sekarang kami memanen buah
dulu kami jadi romusha
ssekarang kami jadi pengusaha
aku bangga pada bangsaku
usai dibantai dan dihabisi
bangkit dengan semangat baru
dan berambisi
doa-doa ku menembus salju
tangis jerit yang dulu terngiang di telingaku
terkikis habis
melepas suram tangan meraih
di puncak gunung hati nurani
SALAM RINDU
SALAM RINDU
Gusriani
bersama angin kutitipkan
salam rindu untukmu
kucoba merangkai kata
sebagaia pencabut rindu
kasih...
kasih...
goreskan penamu
kabarkan tentangmu
rindu...
hanya salam rindu
yang dapat kusampaikan
oh...angin bantu diriku
tuk sampaikan salam
Gusriani
bersama angin kutitipkan
salam rindu untukmu
kucoba merangkai kata
sebagaia pencabut rindu
kasih...
kasih...
goreskan penamu
kabarkan tentangmu
rindu...
hanya salam rindu
yang dapat kusampaikan
oh...angin bantu diriku
tuk sampaikan salam
BERUCAP KATA
BERUCAP KATA
Irayani Yasin
kala senja datang menjemput
sang surya bercengkerama dengan alam
memasuki peraduan terakhir
berucap kata selamat tinggal matahari
langit biru bermandi jingga
bunga-bunga bernyanyi riang
menari dengan senyuman manis
berucap kata selamat datang bintang
waktu berlalu memudarkan jingga
burung senja berkicau riuh
mendendangkan musik alam
berucap kata selamat datang bulan
angin berhembus menyapu debu
menyejukkan hati sang pencinta
memuji keindahan alam
berucap kata selamat datang fajar
Irayani Yasin
kala senja datang menjemput
sang surya bercengkerama dengan alam
memasuki peraduan terakhir
berucap kata selamat tinggal matahari
langit biru bermandi jingga
bunga-bunga bernyanyi riang
menari dengan senyuman manis
berucap kata selamat datang bintang
waktu berlalu memudarkan jingga
burung senja berkicau riuh
mendendangkan musik alam
berucap kata selamat datang bulan
angin berhembus menyapu debu
menyejukkan hati sang pencinta
memuji keindahan alam
berucap kata selamat datang fajar
SURAT PERJANJIAN
SURAT PERJANJIAN
Zahratul Azizah
ibu,
ini kubawa sepiring kaktus
untuk makan malam kita
malam makin larut,ibu
tuangkan air matamu ke dalam gelas kaca
kita teliti gerakan busanya
lalu kita minum bersama-sama
agar kaktus tidak begitu busuk
agar mengeras baunya yang busuk
maaf,ibu...
sejak kecil aku selalu mengganggumu
menguras air susumu
menguras air matamu
bukan begitu maksudku
matahari yang salah,ibu
membakarku,merayuku,menghisapku
menerobos celah-celah dinding nuraniku
kau kini menangis
ketika sawah dan ladang kasih kita mengering
ibu...
saat aku kau sapih
aku merintih
bacalah suratku,ibu
kuselip suratku di balik kusen jendela
bacalah sepertiga malam
di bawah remang taplek musholla
Zahratul Azizah
ibu,
ini kubawa sepiring kaktus
untuk makan malam kita
malam makin larut,ibu
tuangkan air matamu ke dalam gelas kaca
kita teliti gerakan busanya
lalu kita minum bersama-sama
agar kaktus tidak begitu busuk
agar mengeras baunya yang busuk
maaf,ibu...
sejak kecil aku selalu mengganggumu
menguras air susumu
menguras air matamu
bukan begitu maksudku
matahari yang salah,ibu
membakarku,merayuku,menghisapku
menerobos celah-celah dinding nuraniku
kau kini menangis
ketika sawah dan ladang kasih kita mengering
ibu...
saat aku kau sapih
aku merintih
bacalah suratku,ibu
kuselip suratku di balik kusen jendela
bacalah sepertiga malam
di bawah remang taplek musholla
MERPATI PUTIH
MERPATI PUTIH
Jayanti
kepak sayap merpati
menghapus pilu kita
putihmu suci
sesuci embun pagi
kepak sayap merpati
menghapus galau hati
merdu suara bernyanyi
menyejukkan nurani
memberi arti
tiap hari
Jayanti
kepak sayap merpati
menghapus pilu kita
putihmu suci
sesuci embun pagi
kepak sayap merpati
menghapus galau hati
merdu suara bernyanyi
menyejukkan nurani
memberi arti
tiap hari
Langganan:
Postingan (Atom)